Tutorial Baru Jualan Dengan Akun Personal Facebook

Jualan Dengan Akun Personal Facebook - Tutorial Baru
Jualan Dengan Akun Personal Facebook

Algoritma program Facebook untuk akun personal sekarang ini memang sudah berubah, dan ini menjadikan salah satu penyebab jualan di Facebook dengan metode/cara yang lama sudah tidak efektif lagi. Sekarang kita tidak bisa lagi memaksakan postingan produk jualan muncul secara otomatis di dinding Facebook semua teman kita.

Mungkin memang masih ada sebagian yang dapat menampilkan postingan kita di dinding mereka, namun hanya teman-teman yang sering berinteraksi (baik itu me-like, comment, dan share) dengan akun pribadi/personal akun kita.

Cara berjualan di media sosial Facebook pada saat ini lebih condong menggunakan Facebook Ads. Facebook menginginkan agar kita memanfaatkan fitur berjualannya (beriklan di Facebook) dengan memanfaatkan Halaman Facebook/Fanpage dan Iklan Facebook/Facebook Ads.

Namun bagi Anda yang membaca Artikel ini jangan cemas, masih ada Tutorial Baru cara berjualan di media sosial Facebook supaya kita masih bisa memanfaatkan akun personal untuk berjualan.

Sebelumnya sudah saya bagikan Tutorial Baru Berjualan di Facebook, dan salah satunya Melalui Akun Personal.

Berjualan di akun personal Facebook memang bisa dilakukan dengan gratis/efisien. Namun gratis disini diukur dari nilai nominal rupiah, Saya ingatkan kembali bahwa Anda tetap harus membayarnya dalam bentuk yang lain. Yaitu; Anda harus membayar dengan waktu, tenaga, dan pikiran Anda, dan kuota internet pastinya.

Silahkan Anda simak lebih lanjut Tutorial Baru berikut ini;

Kekuatan akun personal Facebook tingkat engagement (interaksinya) organik lebih tinggi jika Anda bandingkan dengan Facebook page dan Grup Facebook untuk perbandingan dengan jumlah anggota/teman kurang lebih sama (misalnya sama-sama 5.000 teman/anggota).

Saat Anda membuat sebuah postingan (baik berupa artikel, gambar, atau video), jika itu menarik dan bagus maka teman Facebook Anda dapat dengan mudah melihat dan berinteraksi dengan postingan Anda tersebut. Jumlah interaksi (like, comment, dan share) yang didapatkan sebuah status di postingan akun personal lebih tinggi jika diukur secara organik (apa adanya, tanpa iklan, hanya memanfaatkan teman-teman kita/follower).

Sebagai bahan perbandingan lagi ketika Anda membuat sebuah postingan di halaman facebook/fanpage Anda, Facebook akan mengurangi engagement yang ada di postingan Anda. Dan Anda diharapkan facebook untuk beriklan untuk meningkatkan engangementnya.

Itu dari sisi kelebihannya, jangan lupa pasti ada sisi negatif/kelemahan jika berjualan melalui akun personal. Salah satu diantaranya adalah semua engagement yang didapat organik, apa adanya, tidak bisa ditingkatkan dengan sekejap, karena Anda tidak bisa melakukan boost post (seperti beriklan PPE) di dalam akun Facebook personal.

Namun dari kelemahannya tersebut, Anda dapat menyiasati dengan Tutorial Baru berikut;

1. Tentukan Persona (kepribadian) Akun Personal Facebook Anda

Langkah awal yang harus Anda lakukan ialah membuat Akun personal yang menjual. Untuk membuat Akun personal yang menjual terdapat beberapa hal yang harus Anda lakukan.

Pertama, Anda tentukan terlebih dahulu “value/nilai” dan persona Anda. Minimal Anda dapat menggunakan metode berikut;

Siapakah Anda?
Orang yang seperti apakah Anda?
Bagaimana karakter Anda?

Utamanya Anda dapat bertanya pada diri Anda sendiri dengan pertanyaan
"Who Am I..?"

Menentukan Persona - Tutorial Baru
Tutorial Baru - Menentukan Persona Akun Personal

Tujuannya ialah agar Anda mudah diingat dan dikenal orang. Sebagai gambaran, apa yang terbayang di benak Anda saat Anda mendengar "Raditya Dika"? Anda mungkin membayangkan dia sedang melakukan stand up komedi, atau terbayang film yang disutradarainya, dan lain sebagainya.

Sekali lagi, Apa yang terbayang jika mendengar "Thomas Alva Edison"? Sudah pasti tergambar foto "Thomas Alva Edison" sesekali Anda pun ada naluri ingin melirik kearah lampu di ruangan Anda.

Itu yang ingin diciptakan pada proses ini.

Harapannya adalah jika orang melihat Postingan dari akun Personal “Nama Anda” akan terbayang juga karakter Anda, segera mencari tahu apa yang sedang Anda bagikan. Misalnya; Anda adalah seorang penjual suatu produk yang banyak manfaatnya, yang selalu Anda jelaskan di saat mereka tidak mengetahuinya, dan akrab terhadap semua custommer, dan selalu memberikan solusi jika ada yang merasa kesulitan terhadap produk yang Anda jual.

Setelah Anda tentukan “Siapa Anda” harus konsisten dengan persona Anda, buatlah status-status atau posting yang sesuai dengan persona Anda.

(Sebagai catatan; jangan selalu posting promosi produk yang anda jual…!!!)
Mengapa..??? Selengkapnya dapat Anda Fahami penjelasan di bawah.


2. Maksimalkan Teman/Friend List di Akun Personal Anda

Akun personal memiliki batasan maksimal teman sebanyak 5.000 orang. Jika masih ada orang yang melakukan permintaan pertemanan setelah sebuah akun mencapai 5.000 orang, orang tersebut akan dialihkan sebagai follower (pengikut) akun tersebut.

Untuk lebih memaksimalkan potensi konversi penjualan di Facebook dengan menggunakan akun personal, Anda harus dapat meningkatkan pertemanan dengan pro aktif. Maksimalkan jumlah pertemanan Anda hingga 5.000 orang. Tambahkan pertemanan (add friend) secara tertarget sampai nantinya jumlah teman Anda maksimal, sampai nanti akun Anda memiliki follower .

Friend List - Tutorial Baru
Tutorial Baru - Maksimalkan Friend List

Kemudian sediakan waktu Anda untuk membuat akun kedua dan ketiga dan seterusnya, dan masing-masing akun Anda lakukan hal yang sama (add friends tertarget sampai 5.000 orang).

Pada saat Anda memiliki 3 akun tersebut, Anda sudah memiliki 3 lahan dengan total teman 15.000 orang, merupakan lahan yang cukup luas. Sekarang posisikan 15.000 orang teman Anda adalah prospek Anda.

Jika saat Anda menawarkan suatu produk konversi 10 % dari prospek menjadi pembeli, maka itu artinya Anda dapat menjual suatu produk kepada 1.500 orang.

Memang pada setiap produk memiliki prosentase konversi penjualan masing-masing. Namun pada prinsipnya untuk meningkatkan omzet penjualan Anda, Anda harus meningkatkan jumlah/target prospek Anda.

Dalam beberapa kalimat di atas Anda menjumpai kata tentang “teman tertarget”.

Teman tertarget adalah mereka yang kemungkinan besar memiliki minat untuk dengan produk Anda yang nantinya dapat Anda konversi menjadi pembeli/custommer produk Anda di masa mendatang.

Jika produk Anda adalah semacam buku-buku panduan bisnis maka sebaiknya Anda mencari teman-teman yang memiliki minat untuk berbisnis. Dan kalau misalnya Anda menjual hijab, maka carilah teman yang menyukai baju-baju muslim khususnya hijab.

Bagaimana cara mencarinya? Anda dapat melakukannya dengan cara mengetikkan topik atau tema yang berkaitan dengan produk Anda, di kotak search (pencarian) di Facebook. Sebagai contoh Anda mencari dengan kata “bisnis” maka akan muncul berbagai artikel, postingan, tokoh bisnis, coach, dan beberapa grup tentang bisnis. Anda dapat memilih sebuah grup bisnis atau mungkin seorang tokoh bisnis, kemudian Anda buka bagian pertemanan atau anggota grup, follower/pengikut, nanti akan muncul siapa saja pengguna facebook yang dapat Anda jadikan teman. Silakan add friends/tambahkan pertemanan dengan mereka satu per satu dan utamakan akun yang aktif.

Tutorial Baru - Pencarian Kata Bisnis
Tutorial Baru - Pencarian Kata Bisnis
Sebagai catatan, jangan terlalu banyak melakukan add friends/mengajukan pertemanan dalam waktu sekejap, karena Anda akan mendapat peringatan dari Facebook dan dapat berakibat fatal, akun Anda di suspend oleh pihak Facebook. Titik amannya lakukan add friends/mengajukan pertemanan 40 hingga 50 orang dalam sekali waktu. Lebih bagus jika Anda melakukannya tidak monoton dalam melakukan add friends, Anda dapat memvariasikan cara add friends. Jadi kadang Anda langsung add friends dari daftar anggota grup, kadang juga Anda buka dulu akun personalnya baru add friends, kemudian pindah group, baru add friends lagi, dan lain sebagainya. Intinya jangan sampai akun Anda terkena suspend bahkan sampai dibanned oleh Facebook.

Silakan Anda lakukan beberapa kali dalam sehari, mungkin dua atau tiga kali sehari secara rutin. Harapannya dalam rentang waktu yang tidak begitu lama, teman Anda sudah mencapai 5.000 orang. Dan lebih bagus lagi jika Anda menemukan sebuah posting dari sebuah grup yang viral dan banyak anggota yang like, comment, dan share. Silahkan Anda add friends orang-orang yang berinteraksi di postingan tersebut, karena dari situ Anda dapat lebih memastikan mereka aktif berinteraksi di Facebook. Dan keuntungannya adalah suatu saat Anda membuat postingan yang bagus/menarik, dengan bantuan mereka status/postingan Anda tersebut juga dapat menjadi viral dan dibaca lebih banyak orang.

Hal ini dapat membantu Anda utamanya dalam membuat produk Anda menjadi viral, Anda juga dapat mengunjungi Tutorial Baru Membuat Produk Viral Di Media Sosial.

Hindari akun yang di dalamnya hanya terdapat satu, dua atau sedikit status saja karena dimungkinkan akun ini tidak aktif. Percuma berteman dengan akun pasif, karena ibarat Anda akan berinteraksi/bicara dengan tembok. Hindari juga akun-akun yang alay karena berdasarkan riset dari Tutorial Baru, akun alay kemungkinan besar tidak akan tertarik membeli produk Anda. Dan bahkan cenderung anak ingusan yang belum mempunyai kebutuhan. Ingat kembali, bahwa jumlah teman Anda terbatas, jadi harus maksimal, teman Anda harus benar-benar akun teman-teman tertarget. 

(Contoh akun alay : akun yang bekerja di PT.Cinta Sejati, Ainie Ciecewexjutexygmanja)

3. Buat Status Yang Sesuai dengan Persona dan Topik Barang Jualan Anda Secara Konsisten

Menurut salah satu mentor terkenal di dunia bisnis online, Dewa Eka Prayoga, ada 3 prinsip penting berjualan di Facebook;

Dewa Eka Prayoga - Tutorial Baru
Mentor Bisnis Online, Dewa Eka Prayoga - Tutorial Baru

Prinsip Pertama: “Tanpa Interaksi, tidak akan ada transaksi”

Orang akan lebih mudah membeli suatu produk pada orang yang telah dikenalnya dengan baik. Kepercayaan dan kedekatan bisa didapatkan dengan cara berinteraksi.

Kalau di dalam media sosial Facebook, Anda dapat membangun interaksi dengan membuat postingan dan merespon postingan dari teman-teman Anda (like, comment, dan share).

Facebook adalah sosial network, kesimpulannya Anda diharuskan untuk berjejaring, membangun relasi, hubungan, dan kedekatan. Jangan harapkan langsung ada penjualan jika status Anda isinya hanya posting jualan terus.

Prinsip Kedua: “Semakin bagus relasinya, semakin tinggi konversinya“

Saat orang sudah merasakan kenyamanan berinteraksi dengan Anda, atau pernah membeli dari Anda dan merasakan manfaat produk yang Anda jual. Mereka jauh akan lebih mudah untuk membeli produk-produk yang lain dari Anda. Semakin dekat dan kuat interaksi Anda dengan seseorang utamanya di sosial media Facebook, Anda akan lebih mudah menjual sesuatu kepada mereka. Selain itu yang paling mudah ialah menjual sesuatu ke mereka yang sudah pernah membeli dari Anda. Ini akan mejadi Database Anda.

Pasar baru atau prospek baru membutuhkan energi yang jauh lebih besar untuk mengkonversikan menjadi pembeli. Mereka membutuhkan lebih banyak dan intens, edukasi dan interaksi dari Anda.


Prinsip Ketiga: “Sharing-sharing dulu, Seling-selling kemudian”


Prinsip ini harus sesuai dan tidak boleh Anda balik. Anda harus berbagi dan mengedukasi terlebih dahulu target market Anda. Caranya ialah Anda harus terlebih dahulu membagikan pengetahuan Anda, pengalaman Anda secara cuma-cuma untuk mereka.

Buatlah postingan/status yang akan membuat target market Anda menjadi orang yang lebih baik, atau dalam kata lain posting Anda memiliki manfaat dalam kehidupan target market Anda.

Di dalam konten-konten yang Anda berikan mereka harus dapat mengenali siapa Anda, apa produk yang Anda pasarkan, percaya bahwa Anda memiliki nilai-nilai yang positif, puas dengan konten-konten postingan yang telah Anda bagikan, percaya dan mau bertransaksi dengan Anda, yang pada mereka akhirnya merekomendasikan produk Anda juga untuk orang-orang terdekatnya.

Jika Anda masih belum melakukan hal tersebut, silahkan Anda mulai untuk berubah dan bertindak.


Sebagai pedoman untuk memulai hal di atas silahkan Anda melakukan hal-hal berikut;

– buatlah 5 status per hari nya, kemudian tingkatkan menjadi 20 status per hari jika sudah mulai terbiasa.

(status ini dapat berupa status spontan /apa yang Anda pikirkan di suatu waktu, edukasi/sebuah cerita yang punya nilai yang bisa dipetik)


– pastikan Anda juga membalas semua komen di status Anda

– buatlah komentar yang relevan di status teman-teman Anda setidaknya komentar Anda untuk 30 orang.

(tujuannya untuk membangun kedekatan, memancing rasa ingin tahu kepada mereka untuk mengetahui siapa Anda)


– Buatlah note panjang setiap minggu/sepekan sekali mengenai topik dan persona Anda. Disini Anda dapat membagikan berupa pengetahuan, pengalaman, dan tips dari Anda yang nantinya dapat mendatangkan respon dari teman-teman Anda.

(ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan authority dan sarana untuk mempertunjukkan kelebihan Anda)


Memang disini Anda harus banyak status, karena Algoritma Facebook belum tentu menampilkan status kita di wall/dinding teman kita. Selain itu dengan kita sering berinteraksi baik itu komentar, me-like, dan sharing di status teman kita dan membuat status yang banyak, Anda dapat berharap salah satu diantaranya ada yang mereka buka dan mereka baca. Semakin sering seseorang membuka dan melihat status salah Anda, kemungkinan status Anda akan tampil di wall mereka juga semakin besar.

Cara jualan dengan menggunakan akun personal Facebook sangat bergantung kepada konsistensi usaha Anda. Jika Anda kesulitan untuk membuat status spontan, Anda dapat membuat perencanaan terlebih dahulu. Namun lebih bagus jika Anda dapat membuat status yang spontan, sehingga interaksinya bisa lebih hidup.


4. Buatlah Status Covert Selling


Orang pada dasarnya tidak suka ditawari suatu produk. Anda tentu juga tidak ingin di un-friend atau bahkan diblokir oleh teman-teman Anda hanya gara-gara membuat postingan jualan terus-menerus.

Cara jualan dengan menggunakan akun personal Facebook yang baik juga bergantung pada cara Anda menggunakan teknik covert selling. Teknik covert selling adalah sebuah cara/teknik untuk menjual dengan cara olah kalimat, yang hampir tidak terlihat jika Anda sedang berjualan (bisa dikatakan terselubung). Kesimpulannya, Menjual tapi tak terlihat sedang jualan.

Covert Selling - Tutorial Baru
Covert Selling - Tutorial Baru

Teknik covert selling ini terdapat tiga hal penting di dalamnya, yaitu; 

1. Menimbulkan rasa penasaran (kepo)

2. Menimbulkan penafsiran di pemikiran masing-masing pembaca
(setiap pembaca punya definisi di pikirannya masing-masing)

3. Memancing emosional pembaca

Berbeda atau berbanding terbalik dengan teknik Hard selling, yang cenderung membuat teman merasa ilfil bahkan benci terhadap Anda. Kalau mereka ilfil/benci kepada Anda, maka akan terus berkurang target market Anda. Buatlah mereka nyaman, tidak merasa terganggu dengan aktifitas jualan Anda.

Saya berikan contoh dan perbandingan antara hard selling (jualan langsung) dan covert selling (jualan terselubung).

hard selling: “Gan, dijual Kamera tipe X. Praktis, mudah dipakai, dan canggih. Minat WA: 08xx”

[pasang foto kamera tipe X]

covert selling: “Keren banget ini Kamera tipe X. Foto jepretannya luar biasa indah, gampang dipakainya, fitur nya banyak n keren2. Ga nyesel saya tadi bawa kamera ini”

[pasang foto kamera tipe X]

Mungkin dari ilustrasi postingan di atas Anda sudah dapat menyimpulkan, yang membuat orang/teman Anda lebih penasaran dan lebih respon yang mana, dan teknik mana yang lebih berpotensi menghasilkan transaksi dari penjualan Anda. 

Untuk Artikel lebih jelas mengenai Covert Selling nanti dijelaskan lebih lanjut, Maklum, masih susah menyesuaikan waktunya gan... Hehe...

Sekali lagi langkah ini memang membutuhkan waktu, konsistensi dalam menulis status dan menambah pertemanan. Anda juga harus selalu meningkatkan kemampuan dan kreatifitas Anda dalam membuat status covert selling. Harapannya status Anda bisa disukai banyak teman, memancing rasa ingin tahu, dan pada akhirnya menghasilkan konversi penjualan.

Goo Success…!!! 

Kalau ada yang ingin menambahkan juga silahkan bagikan di kolom komentar ya…

0 Response to "Tutorial Baru Jualan Dengan Akun Personal Facebook"

Post a Comment


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel