Tutorial Baru Membuat Produk Viral di Media Sosial

Tutorial Baru Membuat Produk Viral

VIRAL, terdengar sederhana dan sering kita dengar. Namun perlu anda fahami juga bahwasanya dengan satu kata tersebut dapat berpengaruh pada sebuah hal, ntah itu berupa berita ataupun sebuah produk tertentu. Dengan viral nya sebuah hal/produk tertentu akan membuat semua orang mengetahuinya.

Secara definitif VIRAL adalah aktivitas di dunia maya yang menyebar dengan sangat cepat sehingga membuat informasi/sesuatu menjadi populer dan diperbincangkan oleh umum.


Kini dengan kehadiran sosial media baik itu facebook, twitter, instagram, ataupun youtube, sekarang dapat dimanfaatkan oleh banyak orang dalam berbisnis, utamanya dalam hal menawarkan produk. Hal ini yang disebut dengan Sosial Media Marketing.

Dan pada realitanya dengan kehadiran sosial media juga dapat dimanfaatkan sebagai pemicu viral marketing.

Viral Marketing berasal dari bahasa Inggris yang dapat diartikan sebagai salah satu strategi dan proses penyebaran pesan elektronik, yang menjadi saluran untuk berkomunikasi terkait informasi suatu produk kepada masyarakat dan berkembang secara luas.

Viral Marketing berkembang melalui jaringan internet, dan diduplikasi menjadi semakin banyak, seperti kinerja sebuah virus komputer, atau dapat diibaratkan seberti layaknya api yang menyebar. Viral Marketing memerlukan sebuah koneksi dari jaringan Internet dalam penggunaannya.

Secara sederhana, viral marketing adalah kegiatan pemasaran yang memanfaatkan kebiasaan para pengguna akun sosial media yang cenderung senang berbagi konten-konten tertentu (dalam hal ini konten yang bermanfaat, bersifat emosional, praktis dan berkesan bagi meraka) sehingga konten tersebut tersebar luas secara cepat seperti menyebarnya api yang berlangsung secara terus-menerus bahkan terdapat duplikasi secara berluang-ulang.

Viral marketing memang salah satu topik yang menarik untuk dipelajari bagi banyak marketer terutama online marketer, karena melalui viral marketing para internet marketer ini dapat memasarkan produk atau jasa, ide, brand perusahaan, bahkan kampanye politik sekalipun dengan biaya yang murah/efisien, namun memiliki pengaruh yang luas karena penyebarannya yang cepat dan masif.

Dengan profit yang sedemikian, banyak orang yang berlomba-lomba untuk menciptakan beberapa posting yang diharapkan dapat menjadi viral.

Perlu Anda fahami bahwa kunci viral marketing adalah konten. Lalu, bagaimana membuat konten agar bisa menjadi viral? 

Perhatikan Elemen Konten Yang Dapat Menjadi Viral

1. Konten Mudah Dishare (Dibagikan)

Jika Anda membuat artikel/konten di blog/website, pastikan bahwa blog/situs website Anda telah dilengkapi dengan Social Media Share Plugin yang terlihat dengan jelas agar setiap pembaca blog Anda terpicu untuk membagikan postingan Anda tersebut di akun sosial media milik mereka jika mereka merasa konten tersebut layak mereka bagikan.


Kesimpulannya, viral marketing ini proses penyebarannya juga sangat bergantung pada aktivitas para pengguna media sosial. Oleh sebab itu, tampilkan tombol-tombol share di setiap artikel yang Anda buat agar mudah diviralkan oleh para pembaca blog/website Anda.

2. Konten Bermanfaat dan Membuat Bangga Yang Membagikannya

Secara psikologis, orang akan membagikan suatu konten, kabar/berita, atau artikel/tulisan jika memang konten tersebut bermanfaat bagi dirinya sendiri dan menurutnya akan bermanfaat juga bagi orang lain.

Dengan membagikan konten tersebut, seseorang akan merasa bangga telah bisa berbagi sesuatu yang dinilai dapat berguna juga bagi orang lain. Dari faktor kebanggaan itulah nantinya dapat memicu banyak orang yang akan membagikan konten-konten bermanfaat di akun sosial media pribadi mereka. Bahkan ada pula yang mungkin di tandai dalam postingan tersebut pada saat membagikan.

3. Konten Mengandung Unsur Emosional (Kesedihan, Kemarahan, Kelucuan)

Konten yang dapat membangkitkan emosional si pembaca adalah salah satu jenis konten yang seringkali menjadi viral di sosial media. Emosional ini mencakup konten yang berisi kesedihan, misalnya kemalangan seorang nenek tua penjual nasi uduk di pinggiran ibukota, nasib seorang akek tua yang sedang mencari sesuap nasi, dan lain sebagainya.

Konten yang bersifat emosional lainnya adalah yang berisi kemarahan, misalnya konten mengenai kemarahan seseorang karena delay yang terlalu panjang salah satu maskapai penerbangan, tingkah laku seseorang terhadap orang yang lemah, dan sebagainya.

Konten yang berisi jenaka atau lelucon, juga sering menjadi viral, misalnya konten yang berisikan cerita lucu, konyol, dan menghibur serta membuat tertawa.

4. Konten Praktikal dan Aplikatif

Mungkin Anda sering menjumpai artikel/konten yang berisi tentang tips-tips praktis yang mudah untuk diterapkan dalam kehidupan Anda sehari-hari. Konten ini biasanya sifatnya praktikal dan aplikatif. Dan pada umumnya konten yang seperti ini bersentuhan langsung dengan permasalahan kebanyakan orang pada kehidupan sehari-hari.

Seperti contoh konten yang bersifat praktikal dan aplikatif misalnya seperti tutorial menggunakan hijab modern bagi wanita pekerja di kota besar atau tips membersihkan kerak di dinding toilet yang sukar dibersihkan, dan lain sebagainya.


5. Konten Menakjubkan dan Layak Dikenang


Mungkin juga Anda pernah menjumpai konten yang menjadi viral karena isinya memang “WOW” dan layak dikenang. Misalnya, artikel mengenai anak bangsa yang menerima penghargaaan skala internasional, Anak pinggiran yang meraih Juara Tingkat Nasional pada bidang tertentu, dan sebagainya. Konten yang seperti itu biasanya membuat orang yang membacanya berdecak kagum dan dengan senang hati membagikannya di akun sosial media pribadi mereka dengan tujuan agar banyak orang juga mengetahui isi konten yang memuat hal luar biasa tersebut.


Profesor Andreas Kaplan dan Michael Haenlein, menyatakan bahwa ada 3 hal yang mempengaruhi viral marketing, yaitu : 


1 : Media dan Manusia


Terdapat sarana media sosial yang tepat bagi konten tersebut bisa agar menjadi viral. Saat ini, media sosial yang paling mudah menjadi sarana viral marketing adalah Facebook, Instagram, dan Twitter. Dan memang dari media sosial tersebut banyak berita, informasi, dan produk menjadi viral.

Selain media sosial, target penggunanya juga harus orang-orang yang aktif dan memiliki jaringan yang luas di media sosial tersebut.


2 : Kualitas Isi Konten Layak Menjadi Viral


Kualitas konten yang dibagikan ini memang harus memenuhi syarat kelayakan, seperti yang sudah saya jelaskan diatas. Baik itu salah satu atau gabungan dari kelima elemen konten viral tersebut. 


3 : Lingkungan dan Waktu Yang Tepat


Lingkungan tempat beredarnya konten yang akan Anda posting pun menjadi acuan, apakah nanti konten Anda bisa menjadi viral atau bahkan tidak sama sekali.

Apabila Anda membagikan sebuah konten tentang kecanggihan teknologi, namun Anda justru membagikan di lingkungan atau grup media sosial yang didominasi oleh orang-orang yang menyukai politik, tentu hal tersebut akan sulit sekali untuk menjadi viral, atau bahkan bisa sama sekali tidak mendapat respon.

Begitu juga dengan waktu, jika Anda memposting konten yang sifatnya sangat bergantung dengan moment, Anda harus dapat memperhitungkan timming yang tepat untuk postingan tersebut.

Contohnya, di bulan Desember, biasanya suasana yang cukup meriah di lini masa sosial media adalah mengenai momen Natal dan Tahun Baru. Anda harus dapat membius pada pengguna media sosial dengan cara memanfaatkan momen tersebut, seperti hal nya para marketer yang memberikan banyak diskon pada momen-momen tersebut.


Silahkan Anda pilah-pilah dan buat konten yang tematik, sesuai dengan waktu yang tepat bagi tema tersebut, dengan harapan dapat memeberikan kesan pada para pembacanya.

Atau mungkin ingin mendalami dunia marketing, silahkan buka Tutorial Baru Tingkatkan Penjualan Meski Harga Produk Mahal

Post a Comment